• Al-Afkar: Journal for Islamic Studies
    Vol 2 No 2, July (2019)

    Pendidikan karakter merupakan konsep dari pengembangan kesadaran moral pada peserta didik, yang muncul dari psikologi, interaksi sosial, dan pengembangan kognitif. Jadi, pendidikan karakter adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan karakter memiliki peranan sebagai pendukung pembelajaran dari lingkungan sosial yang telah dikembangkan, karena pendidikan karakter selalu berusaha memberikan kesadarakn kepada peserta didik tentang lingkunganya sehingga peserta didik mampu membuat keputusan moral yang baik. Orang berkarakter itu berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Berdasarkan definisi singkat itu bisa kita pahami bahwa karakter merupakan watak dan sifat-sifat seseorang yang menjadi dasar untuk membedakan seseorang dengan yang lainnya. Pendidikan karakter bukan sekedar mengenalkan nilai-nilai karakter kepada siswa, akan tetapi sistem juga harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai agar tertanam dan berfungsi sebagai muatan hati nurani sehingga mampu membangkitkan penghayatan tentang nilai-nilai (etos) bahkan sampai pada pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Al-Afkar; Journal For Islamic Studies
    Vol 2 No 1, January (2019)

    Salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar. Di tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional, dan moral serta spiritual. Dengan demikian, akan dihasilkan generasi masa depaan yang siap hidup dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu, diperlukan sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya.

  • Al-Afkar, Journal for Islamic Studies
    Vol 1 No 2, July (2018)

    Dalam dunia pendidikan, salah satu titik tekan yang harus diperhatikan dengan penuh kesungguhan yang ikhlas adalah perlakuan terhadap peserta didik sebagai manusia. Oleh karena itu, pendidikan harus mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan dan diselengarakan secara manusiawi. Penddikan juga harus mampu mengenali, mengungkap dan mengembangkan segala potensi yang tersembunyi-dimiliki peserta didik. Jadi, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai ‘mengajar’ atau sekedar transfer of knowledge, hanya sekedar memindahkan ilmu pengetahuan yang saat itu dimiliki pendidik kepada peserta didik. Padahal yang dikembangkan oleh proses pendidikan bukan hanya aspek intelektualitas semata, namun yang lebih penting adalah pengembangan kepribadian (personality), pengembangan jiwa, pengembangan karakter dan cara pandang peserta terhadap kehidupan di masa depannya. Untuk itu diperlukan sekolah-sekolah yang mampu melakukan pembelajaran yang menyenangkan, menanamkan karakter yang kuat sebagai warga bangsa, memberikan ruang yang cukup untuk para guru dan peserta didik mengeksplorasi berbagai potensi yang dimilikinya dan peka terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

  • al-Afkar, Journal for Islamic Studies
    Vol 1 No 1, January (2018)

    al-Afkar, Journal for Islamic Studies adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media pembahasan ilmiah dan penelitian tentang studi Islam yang meliputi bidang pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Ushuluddin, dan Dakwah Islamiyah, dan bidang interdisiplin. Terbit dua kali setiap tahun, yaitu dalam bulan Januari dan Juli. Semua artikel diajukan secara online ke Jurnal al-Afkar, http://al-afkar.com dan akan melalui penilaian Dewan Redaksi.

1 - 4 of 4 items