The Constitutional Court's Authority to Adjudicate Disputes Over Regional Head Election Results (Pilkada) Following MK Decision No. 85/PUU-XX/2022: A Siyasah Qadhaiyyah Perspective

Authors

  • Annisa D Putri Ramansyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia
  • Bobang Noorisnan Pelita Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia
  • Taufiq Alamsyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i2.3504

Keywords:

Constitutional Court, Regional Election Disputes, Siyasah Qadhaiyyah

Abstract

Regional head election disputes require a constitutionally stable resolution mechanism. This study aims to analyze the shift in the Constitutional Court's authority following Decision Number 85/PUU-XX/2022 and its implications for legal certainty and separation of powers through a Siyasah Qadhaiyyah perspective. A normative juridical method was applied through analysis of legislation, court decisions, and Islamic constitutional law literature. The study finds that the decision permanently establishes the Court's authority over Pilkada disputes, yet produces jurisprudential inconsistency by reinterpreting constitutional norms without formal amendment, risking legal uncertainty and judicial overreach. In conclusion, from a Siyasah Qadhaiyyah perspective, this expansion deviates from the principles of justice, trustworthiness, and balance of power, necessitating a more consistent and accountable regulatory framework.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Djazuli. (2020). Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat dalam Rambu-Rambu Syariah. Kencana.

Al-Mawardi. (2020). Al-Ahkam Sulthaniyyah: Sistem Pemerintahan Khilafah Islam. Qisthi Press.

Amsari, F. (2021). Perubahan UUD 1945. Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2019a). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Raja Grafindo Persada.

Asshiddiqie, J. (2019b). Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi. Bhuana Ilmu Populer.

Fahmi, K. (2023). Pergeseran Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada Pasca Putusan MK Nomor 85/PUU-XX/2022. Jurnal Konstitusi.

Fajar, M., & Achmad, Y. (2020). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Pustaka Pelajar.

Hadi, I. (2023). Kepastian Hukum Pilkada.

Huda, N. (2020). Pemisahan Kekuasaan. Jurnal Konstitusi.

Huda, N. (2021). Hukum Tata Negara Indonesia. Raja Grafindo.

Ibrahim, J. (2020). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia Publishing.

Iqbal, M. (2019). Fiqh Siyasah: Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Kencana.

Kamizi, F. (2025). Konsep Kekuasaan dalam Siyasah Dusturiyah. Jurnal Hukum Ketatanegaraan.

Laksono, F. (2022). Inkonsistensi Yurisprudensi Mahkamah Konstitusi: Telaah atas Dinamika Tafsir Kewenangan dalam Sengketa Pemilihan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum.

Marzuki, P. (2021). Penelitian Hukum. Kencana.

Maslul, S. (2023). Sengketa Pilkada Pasca Putusan MK 85/PUU-XX/2022. Jurnal Hukum.

MD, M. (2020). Politik Hukum di Indonesia. Rajawali Pers.

Miles, M., Huberman, M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Mochtar, Z. (2020). Lembaga Negara Independen: Dinamika Perkembangan dan Urgensi Penataannya Kembali Pasca Amandemen Konstitusi. Rajawali Pers.

Nuh, S. (2022). Judicial Overreach dan Batas Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XI/2013 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Siahaan, M. (2021). Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Sinar Grafika.

Soekanto, S., & Mahmudji, S. (2021). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada.

Soeroso, F. (2022). Inkonsistensi Yurisprudensi Mahkamah Konstitusi: Telaah atas Dinamika Tafsir Kewenangan dalam Sengketa Pemilihan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum.

Suntana, I., & Alfaridah, D. (2023). Hubungan Kelembagaan MK. JAPHTN-HAN.

Umar, H. (2022). Integrasi Prinsip Siyasah Qadhaiyyah dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Jurnal Hukum Dan Peradilan.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5898.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 216, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6554.

Wicaksono, D., & Arrsa, R. (2020). Rekonstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah. Jurnal Konstitusi.

Wicaksono, D., & Arrsa, R. (2022). Rekonstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Daerah. Jurnal Konstitusi.

Downloads

Published

2026-05-21

How to Cite

Annisa D Putri Ramansyah, Bobang Noorisnan Pelita and Taufiq Alamsyah (2026) “The Constitutional Court’s Authority to Adjudicate Disputes Over Regional Head Election Results (Pilkada) Following MK Decision No. 85/PUU-XX/2022: A Siyasah Qadhaiyyah Perspective”, al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 9(2), pp. 2516–2529. doi: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3504.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.