Mediation Efforts in Domestic Violence Cases at the Lubuk Linggau City Police Department, Reviewed from Islamic Law and Positive Law

Authors

  • Jumino Prodi hukum Keluarga Islam, Pascasarjana, IAIN Curup Indonesia
  • Rifanto Bin Ridwan Prodi hukum Keluarga Islam, Pascasarjana, IAIN Curup Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i2.2773

Keywords:

Domestic Violence, Islamic Law, Positive Law, Restorative Justice

Abstract

Domestic Violence (DV) constitutes a serious social and legal issue in Indonesia. Domestic violence not only inflicts physical and psychological harm on victims but also undermines the harmony of the household as a fundamental social institution within society. According to Article 1 of Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence, domestic violence is defined as any act against an individual, particularly a woman, that results in physical, sexual, psychological suffering, and/or household neglect.
This study employs an empirical juridical (sociological) legal research method, combined with a normative juridical approach. This methodological combination is chosen because the research not only analyzes the applicable written legal regulations (positive law and Islamic law) but also examines how these laws are implemented in practice, specifically in the mediation processes of domestic violence cases within the jurisdiction of the Lubuk Linggau City Police Department.
The mediation process in domestic violence cases at the Lubuk Linggau City Police demonstrates a recurring pattern of non-litigation dispute resolution, often pursued under the pretext of familial considerations or social pressure. From the perspective of Islamic law, mediation in domestic conflicts is principally permissible for the purpose of reconciliation and public interest (maslahah), as stipulated in the Qur'an and the practices of the Prophet’s companions. However, Islam also emphasizes the protection of life, dignity, and justice—principles that are integral to the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah). From the standpoint of positive law, mediation in domestic violence cases is normatively restricted and cannot serve as grounds to terminate legal proceedings. Law Number 23 of 2004, the Chief of Police Regulation Number 8 of 2021, and the Attorney General’s Regulation Number 15 of 2020 explicitly limit the application of restorative justice, particularly in cases involving repeated violence, serious physical injury, or offenses against vulnerable groups.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Dawud. Sunan Abi Dawud, Hadis no. 4919.

Al-Ghazali. (2005). Ihya’ Ulum al-Din. Kairo: Dar al-Ma’arif.

Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Al-Qur’an dan Terjemahannya. Kementerian Agama RI.

Al-Shatibi, Abu Ishaq. (2003). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shariah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Jilid VII. Damaskus: Dar al-Fikr, 2002.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010

Awaludin, Robi. "Penyelesaian Sengketa Keluarga secara Mediasi Non Litigasi dalam Kajian Hukum Islam dan Hukum Positif." *Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nus

Bronfenbrenner, U. (1994). Ecological Models of Human Development. International Encyclopedia of Education, 3(2), 37–43.

Cammack, M. E. (2010). Mediation in Indonesia: A Case Study of Religious Courts. Indonesian Law Journal, 7(1).

CNN Indonesia. (2023). KDRT Meningkat, Komnas Perempuan: Rumah Tak Lagi Aman. Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/nasional/202303/kdrt-meningkat-komnas-perempuan-rumah-tak-lagi-aman

Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Evans, S. E., Davies, C., & DiLillo, D. (2008). Exposure to domestic violence: A meta-analysis of child and adolescent outcomes. Aggression and Violent Behavior, 13(2), 131–140.

Farhana, Lilik Mulyadi. (2012). Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Penegakan Hukumnya. Bandung: Mandar Maju.

Februani, Endang Conik. "Pelaksanaan Mediasi Penal terhadap Kasus KDRT Kekerasan Fisik di Polsek Bungaraya." At-Tajdid: Journal of Islamic Studies.

Firmansyah, F., Raya Hidayat, & Ahmad Sofian. (2025). Points of Intersection Between Positive Law and Islamic Law in the Enforcement of Human Rights in Indonesia. Al-Mahkamah: Islamic Law Journal, 3(2), 143–156. https://doi.org/10.61166/mahkamah.v3i2.67

Goonesekere, S. (2004). Violence, Law and Women’s Rights in South Asia. UNFPA.

Jasser Auda. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: IIIT.

Katjasungkana, N. (2003). Kekerasan dalam Rumah Tangga di Indonesia. LBH APIK Jakarta.

KemenPPPA. (2023). Data SIMFONI PPA Tahun 2023. Diakses dari: https://kemenpppa.go.id

Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan (CATAHU) 2023: Kekerasan terhadap Perempuan. Diakses dari: https://komnasperempuan.go.id

Komnas Perempuan. (2022). Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan; Yuliana, S. (2020). Restorative Justice dalam Penyelesaian Kasus KDRT Ringan, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 287-306.

Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa. Bandung: Alumni.

Lestari, R. (2019). Faktor Penyebab Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Indonesia. Jurnal Sosiologi, 6(2), 115–130.

Lestari, D. (2020). Efektivitas Restorative Justice dalam Penanganan Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Hukum dan Peradilan, 9(2), 134-149.

Linggau Pos. (2023, 20 November). Banyak Pasangan Cerai, Pengadilan Agama Lubuk Linggau Ungkap Pemicunya. Diakses dari: https://linggaupos.bacakoran.co/read/22329/banyak-pasangan-cerai-pengadilan-agama-lubuk-linggau-ungkap-pemicunya?utm_source=chatgpt.com

Linggau Pos. (2024, 6 Maret). Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Ada 50 Kasus. Diakses dari: https://linggaupos.bacakoran.co/read/26863/kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-meningkat-ada-50-kasus?utm_source=chatgpt.com

Linggau Pos. (2023, 24 Juli). Ekonomi dan Orang Ketiga Picu Kasus KDRT, Polisi Lubuklinggau: Ada Istri Sering Dipukul hingga Tak Kuat Lagi. Diakses dari: https://linggaupos.bacakoran.co/read/10727/ekonomi-dan-orang-ketiga-picu-kasus-kdrt-polisi-lubuklinggau-ada-istri-sering-dipukul-hingga-tak-kuat-lagi?utm_source=chatgpt.com

Linggau Pos. (2023, 15 September). DP3APM Lubuk Linggau Dampingi Anak Korban Kekerasan, Siti Berharap Traumanya Sembuh. Diakses dari: https://linggaupos.bacakoran.co/read/19207/dp3apm-lubuk-linggau-dampingi-anak-korban-kekerasan-siti-berharap-traumanya-sembuh?utm_source=chatgpt.com

Mahkamah Agung RI. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Jakarta.

Mardani. (2012). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fikih Munakahat dan Undang-Undang. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Marsella, Meidah. "Mediasi Penal dalam Penyelesaian Perkara Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Perspektif Filsafat Hukum." Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2010.

Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. Beverly Hills: Sage Publications, 1992.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.

Mufid, A. (2017). “Peran Mediasi dalam Penyelesaian Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga,” Jurnal Hukum dan Keadilan, Vol. 4 No. 2.

Mulia, S. M. (2007). Kekerasan dalam Rumah Tangga: Perspektif Agama dan HAM. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nasution, Harun. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara, 2000.

Nasution, S. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito, 2003.

Nurbani, E., & Arimbi, D. A. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Hukum IUS, 8(2), 345–361. DOI: 10.29303/ius.v8i2.693

Nur Aidah Fauziah, Fatmawati, F., & Zaenal Abidin. (2025). An Analysis of the Concept of Dalālah Al-Mafhūm Al-Muwāfaqah in Usul Fiqh and Its Implications for the Establishment of Islamic Law. Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 1(2), 60–68. https://doi.org/10.61166/ushulalhukm.v1i2.24

Perma No. 1 Tahun 2016; Rahardi, W. (2013). Mediasi: Alternatif Penyelesaian Sengketa. Jakarta: Sinar Grafika.

Perma No. 1 Tahun 2016; Salim HS (2010). Hukum Kontrak: Teori & Teknik Penyusunan Kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.

Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi.

Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Perkap No. 8 Tahun 2021; Pratiwi, D. (2022). Peran Polsek dalam Penyelesaian KDRT melalui Mediasi Penal, Jurnal Ilmu Kepolisian, 5(1), 45-56.

Perkap No. 8 Tahun 2021; UU No. 13 Tahun 2006; Komnas Perempuan (2023). Pedoman Penanganan KDRT dalam Perspektif Restoratif.

Perpol No. 8 Tahun 2021; Pranoto, R. (2021). Implementasi Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia, Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(2), 181-197.

Puslitbang Kementerian PPPA. (2022). Studi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 95.

Rofiah, Nur. (2020). Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Keadilan Gender. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 18(1), 45-58.

Siti Musdah Mulia. (2007). Kekerasan dalam Rumah Tangga: Perspektif Agama dan HAM. Jakarta: Gramedia.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 1986.

Subekti, R. (2018). “Mediasi dalam Penyelesaian Perkara KDRT,” Jurnal Yudisial, Vol. 11, No. 3.

Subekti, R. (2009). Hukum Acara Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Sugihastuti & Suharto. (2010). Gender dan Inferioritas Perempuan: Budaya Patriarki dalam Rumah Tangga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

Sullivan, C. M., & Bybee, D. I. (1999). Reducing violence using community-based advocacy for women with abusive partners. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 67(1), 43–53.

Syamsul Anwar. (2017). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Yogyakarta: UII Press

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Wahbah Zuhaili. (1985). Tafsir al-Munir. Damaskus: Dar al-Fikr.

Wahbah Zuhaili. (2002). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Walker, L. E. (1979). The Battered Woman. New York: Harper & Row.

World Health Organization. (2012). Understanding and Addressing Violence Against Women.

World Health Organization (WHO). (2013). Global and regional estimates of violence against women: Prevalence and health effects of intimate partner violence and non-partner sexual violence. Geneva: WHO Press.

Yusuf al-Qaradawi. (2000). Fiqh al-Awlawiyyat. Kairo: Maktabah Wahbah.

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Jumino and Rifanto Bin Ridwan (2026) “Mediation Efforts in Domestic Violence Cases at the Lubuk Linggau City Police Department, Reviewed from Islamic Law and Positive Law”, al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 9(2), pp. 2441–2452. doi: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2773.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.