Online Gender-Based Violence in Marriage as Grounds for Fasakh: A Normative Study of Islamic Family Law and Law No. 12 of 2022
DOI:
https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i3.3800Keywords:
KBGO, Fasakh Nikah, Islamic Family Law, Maqashid Syariah, Sexual Violence Crimes ActAbstract
This article examines the position of Online Gender-Based Violence (KBGO) in marriage as a ground for fasakh (judicial dissolution of marriage) under Islamic family law and Indonesian positive law. Data from the National Commission on Violence Against Women (CATAHU 2024) indicates a significant rise in KBGO cases; however, the Compilation of Islamic Law (KHI) does not explicitly recognize KBGO as a basis for divorce. This study employs a normative legal research method with statutory and conceptual approaches. Primary legal sources include the Quran, Hadith, KHI, and Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes (UU TPKS), supplemented by classical fiqh literature across the four Sunni schools. The findings indicate: first, KBGO perpetrated by a husband constitutes a severe form of dharar that systematically destroys three pillars of maqashid syariah hifdz al-nafs, hifdz al-'irdh, and hifdz al-aql; second, KBGO can be legally constructed as a valid ground for fasakh through progressive interpretation of Article 116(d) and (g) of KHI in conjunction with Articles 13–17 of UU TPKS. The study concludes that synchronizing KHI with UU TPKS provides a solid legal foundation for Religious Court judges to grant fasakh based on digital violence under the maxim la dharara wa la dhirara. An amendment to KHI or a Supreme Court Regulation (PERMA) explicitly accommodating KBGO as grounds for marriage dissolution is urgently recommended.
Downloads
References
Aghbari, F. A., Hassan, M. S., Mamari, S. A., & Musa, N. (2024). Rights of women in the establishment and dissolution of marriage in Oman: Between CEDAW and Sharia perspective. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 32(1), 33–50. https://doi.org/10.22219/ljih.v32i1.31493
Al-Jaziri, A. (2003). Al-Fiqh 'ala al-Mazahib al-Arba'ah (Jilid IV). Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Quran al-Karim.
Arawinda, S. H. (2022). Perlindungan hukum terhadap perempuan korban kekerasan berbasis gender online di Indonesia. Jurnal Yustika: Media Hukum dan Keadilan, 24(2), 76–90. https://doi.org/10.24123/yustika.v24i02.4599
Arsyad, J. H., & Narulita, S. (2022). Perlindungan hukum korban kekerasan berbasis gender online (KBGO) dalam hukum positif Indonesia. Jurnal Cakrawala Informasi, 2(2), 9–19. https://doi.org/10.54066/jci.v2i2.241
Az-Zuhaili, W. (2006). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Jilid IX). Beirut: Dar al-Fikr.
Cantika, R. N. D., Destiana, N., & Angeliie, D. (2025). Kekerasan berbasis gender online (KBGO) dalam konteks misogini dan seksisme pada media sosial X (Twitter). Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 41–61. https://doi.org/10.23969/linimasa.v8i1.20646
Gaol, D. L., Purba, D. L., & Sirait, A. M. (2024). Perlindungan hak perempuan dalam keluarga menurut hukum Islam dan perundang-undangan Indonesia. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 2(1), 12–25. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v2i1.897
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.
Hamdiyah, H. (2025). Hak-hak perempuan dalam perkawinan: Perspektif hukum Islam dan hak asasi manusia. Jurnal Asy-Syukriyyah: Journal of Islamic Studies, 1(3), 112–126. https://doi.org/10.70742/asoc.v1i3.207
Ibn Qudamah, M. (1997). Al-Mughni (Jilid X). Riyadh: Dar Alam al-Kutub.
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). (2024). CATAHU 2024: Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Komnas Perempuan.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Mentari, R. (2024). Mewujudkan keadilan: Perlindungan hukum bagi perempuan korban KDRT dalam sistem peradilan pidana Indonesia. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 4(1), 32–45. https://doi.org/10.30984/spectrum.v4i1.1019
Nurisman, E. (2022). Risalah tantangan penegakan hukum tindak pidana kekerasan seksual pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 170–196. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.170-196
Padhillah, A. R., Hasanah, U., & Rosyid, M. (2025). Peran Pengadilan Agama dalam perlindungan hak-hak perempuan pada perkara perceraian. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 10(1), 28–39. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/sakena/article/view/924
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Rohman, M. (2024). Digitalisasi al-bayyinah: Rekonstruksi hukum pembuktian elektronik dalam perkara perceraian di Peradilan Agama. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 1235–1248. https://doi.org/10.33754/masadir.v5i02.1878
Saputra, F. (2022). Kewenangan pengadilan dalam penyelesaian fasakh akibat kekerasan dalam rumah tangga. Constituo: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan & Politik, 1(1), 1–15. https://www.ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/constituo/article/download/1209/554
Sawitri, J. I. (2025). Perlindungan perempuan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 204–218. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1532
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Syahriana, N. A., Rifai, E., & Firganefi, F. (2022). Legal protection for female victims of electronic-based sexual violence (EBSV) under the Sexual Violence Crimes Act. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 17(2), 145–162. https://doi.org/10.21580/sa.v17i2.13857
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Wicaksono, A. B., & Ashari, W. S. (2024). Analisis perlindungan Islam terhadap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dalam tinjauan maqashid syariah. Rayah Al-Islam, 8(3), 888–904. https://doi.org/10.37274/rais.v8i3.1027
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Azka Hakim, Azmil Mukarrom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












