Living Theology of the Punggahan Tradition in the Javanese Ethnic of Paya Lombang Tebing Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v9i2.3439Keywords:
Living Theology, Religion, CultureAbstract
This study entitled “Living Theology in the Punggahan Tradition among the Javanese Ethnic Community in Paya Lombang, Tebing Tinggi” aims to analyze the Punggahan tradition as both a socio-cultural-religious phenomenon and a manifestation of living theology. This research employs a qualitative approach with a phenomenological method through observation, interviews, and documentation involving religious leaders, community figures, and members of the Javanese ethnic group. The findings indicate that the Punggahan tradition serves not only as a ritual for welcoming Ramadan but also as a space for integrating social, cultural, and religious values in everyday life. From a socio-cultural-religious perspective, this tradition plays an important role in strengthening social solidarity, togetherness, and harmonious relationships within the community through activities such as communal prayers, grave visits, shared meals, flower bathing rituals, and mutual forgiveness. From the perspective of living theology, the Punggahan tradition demonstrates how Islamic theological values such as gratitude, monotheism (tawhid), Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), self-purification, charity, and prayer are lived and practiced in a concrete and contextual way. These values are not only understood conceptually but are embodied in daily communal practices passed down from generation to generation. Thus, it can be concluded that the Punggahan tradition represents a form of harmony between religion and culture, serving not only a social function but also standing as a real manifestation of living theology in the life of the Javanese community.
Downloads
References
BOOKS AND JOURNALS
Bakthiar, Amsal. Filsafat Agama Wisata Pemikiran Dan Kepercayaan Manusia. Edited by Raja Grafindo Persada. Jakarta, 2007.
Bheka, Theresiani, and Teresia Noiman Derung. “Pengaruh Agama Terhadap Hidup Sosial Masyarakat Dalam Perspektif Sosiologi.” Jurnal Sosiologi Agama Dan Teologi Indonesia 1, no. 2 (2024): 197–222. https://doi.org/10.24246/sami.vol1i2pp197-222.
Daulay, Saripuddin. Biografi Dan Jejak Malim Kampung Di Asahan. Edited by Umsu Press. Medan, 2024.
Endraswara, Suwardi. Agama Jawa: Ajaran, Amalan, Dan Asal-Usul Kejawen. Edited by Narasi. Yogyakarta, 2017.
Fauzi Hanafani and Radea Yuli A. Hambali, Lita. “Hakikat Penyucian Jiwa (Takiyat An-Nafs) Dalam Perspektif Al-Ghazali.” Gunung Djati Conference Series 19 (2013): 533.
Fauzi, Imam. Tradisi Megengan Menyambut Bulan Suci Ramadhan: Studi Living Quran Di Pacar Kembang Langgar Surabaya, 2022.
Fazira, Fatma, and Yurisman. “Tradisi Balaho Dalam Menyambut Bulan Ramadhan.” Journal Of Education Cultural And Politics 3, no. 2 (2023): 332–44.
Firdaus. “Syukur Dalam Perspektif Al-Qur’an.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam 4, no. 2 (2023): 293–308. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v4i2.1090.
Harahap, Sri Wahdina Syahfitri. “Tradisi Marpangir Dalam Menyambut Ramadhan Ditinjau Dari Aqidah Islam Di Kelurahan Kotopang Kabupaten Labuan,” 2019.
Herwani. “Ukhuwah Islamiyah Dalam Pandangan Al-Qur’an.” Cross-Border 3, no. 2 (2020): 294–301.
Iryani, Eva, and Friscilla Wulan Tersta. “Ukhuwah Islamiyah Dan Perananan Masyarakat Islam Dalam Mewujudkan Perdamaian: Studi Literatur.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 19, no. 2 (2019): 401. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i2.688.
Jamaluddin. “Tradisi Ziarah Kubur Dalam Masyarakat Melayu Kuantan.” Sosial Budaya: Media Komunikasi Ilmu-Ilmu Sosial Dan Budaya 11, no. 2 (2014): 251–69.
Kolonial Prodjosantoso, Dkk, A. Etnokimia Dalam Budaya Nusantara. Edited by Kanisius. Yogyakarta. Yogyakarta, 2024.
Komari, Royanulloh. “Bulan Ramadan Dan Kebahagiaan Seorang Muslim.” Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya 2 (2019).
Mutholingah, Siti. “Metode Penyucian Jiwa (Tazkiyah Al-Nafs) Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam.” Journal TA’LIMUNA 10, no. 1 (2021): 69–83. https://doi.org/10.32478/talimuna.v10i1.662.
Nasution, Mahardhika Sastra. “Dimensi Vertikal Komunikasi Ilahi: Studi Pola Interaksi Manusia Dengan Allah SWT Dalam Al-Qur’an.” Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial Dan Humaniora 1, no. 1 (2025): 42–53.
Nurjannah, and Siti Haziza. “Makna Pemasangan Pintan (Sajen) Dalam Menyambut Dan Mengakhiri Bulan Ramadhan Pada Etnis Jawa Di Dusun VII Desa Laut Dendang.” Jurnal Antropologi Sumatera 20, no. 1 (2023): 16. https://doi.org/10.24114/jas.v20i1.43921.
Pertiwi, Bella, and Ilham Mirzaya Putra. “Fenomena Sosial Keagamaan (Memasang Pintan Pada Tradisi Jawa) Dalam Menyambut Dan Mengakhiri Bulan Ramadhan.” Masyarakat Madani 7, no. 2 (2022): 65–76.
Putr, Cahya Amilia. “MAKNA DAN SIMBOLIK DALAM PROSESI SIRAMAN ADAT JAWA.” Jurnal Sosial Humaniora (JSHU) 2026, no. April (2026): 122–29.
Rodli, Ahmad. “Fenomena Ziarah : Antara Kesalehan, Identitas Keislaman Dan Dimensi Komersial.” An Nur 5, no. 2 (2013): 19.
Sholikhin, Muhammad. Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa. Narasi. Yogyakarta, 2019.
Sri Yuliyani, Devi. “Mengenal Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan (Sttudi Tentang Tradisi Punggahan Dan Pudunan).” Sosial B 19, no. 1 (2022): 40–47.
Taufik, Muhammad. “Harmoni Islam Dan Budaya Lokal.” Ilmu Ushuluddin 12, no. 2 (2013): 255–71.
Vatku Rohman, Mucholit, Andri Nirwana AN, and Yeti Dahliana. “Konsep Meningkatkan Taqwa Dalam Implementasi Kehidupan Perpektif Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar.” Tafaqquh: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman 12, no. 1 (2014): 1–14.
Widiyatmaya, Erika. “Nilai-Nilai Filosofis Relegius Dalam Tradisi Punggahan Malam Atu Ramadhan Di Desa Wiru Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.” AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam VIII, no. I (2023): 1–19.
Wiranoto. Cok Bakal Sesaji Jawa. Edited by Jakad Publis. Surabaya, 2018.
Yuhana. “Tradisi Bulan Ramadhan Dan Kearifan Budaya Komunitas Jawa Di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu.” Jom FISIP 3, no. 1 (2016): 1–15.
Yuliyani, Devi S. “Mengenal Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan (Studi Tentang Tradisi Punggahan Dan Pudunan).” Sosial Budaya 19, no. 1 (2022): 39–47.
INTERVIEWS
Untung, (Religious Figure), Paya Lombang Hamlet XI, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai Regency, Interview, Friday, February 14, 2025.
Ponidi, (Community of Hamlet XI) Paya Lombang Hamlet XI, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai Regency, Interview, Thursday, February 13, 2025.
Sukono, (Community Shop, Hamlet XI), Paya Lombang, Hamlet XI, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai Regency, Thursday, February 13, 2025.
Gunarto, (Community Figure, Head of RT Dusun XI Paya Lombang), Interview, Friday, February 14, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dini Apriasti, Nunu Burhanuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












